FAKTA Yang tidak diketahui Tentang Kapal Titanic!

FAKTA Yang tidak diketahui Tentang Kapal Titanic!
    Halo Guys kali ini ane bakal nge post cerita LEGEND yang udah bertahan 1 abad lebih XD dan kali ini ane bakal ngasih tau kalian tentang Fakta Fakta yang tidak diketahui tentang Kapal TITANIC nih.....
Penasaran??langsung cekidot gan XD
 
     Titanic’ telah menampilkan kisah cinta Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet yang berakhir dengan emosional karena kisah cinta mereka berakhir dengan tragis. Juga lagu ‘Every Night In My Dream’ yang sampai sekarang masih terus menjadi favorit. Yah, tidak ada yang menyangkal bahwa fakta dari film ini jauh lebih terkenal daripada bencana yang terjadi hampir 100 tahun yang lalu. Kembali pada tahun 1912, kapal RMS Titanic yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara akibat menabrak es dan telah menewaskan 1.500 orang. Ada beberapa fakta tertentu yang sebagian besar dari kita tidak mengetahui tentang penyebab kapal tenggelam. Jadi di sini kami memiliki daftar yang menyoroti apa yang sebenarnya terjadi pada malam 14 April 1912 ketika kapal menabrak sebuah gunung es dan tenggelam dalam dua setengah jam.

*BINTANG LAYAR PERAK YANG BERTAHAN*
Dorothy Gibson adalah salah satu nama besar yang telah bekerja dengan orang-orang seperti Charlie Chaplin. Film-nya yang berjudul ‘The Lucky Hold Up’ telah menjadi blockbuster pada tanggal 11 April 1912 sebelum ia berada di kapal. Ia adalah seorang penumpang kelas satu di kapal itu, mungkin itu adalah nasib nya, ia selamat dari 1500 orang-orang yang tewas, ia selamat untuk menceritakan kisah takdirnya. Setelah beberapa hari kemudian, ia mulai membuat syuting film yang berjudul ‘Saved From the Titanic’ dan ia membuat film ini menjadi terlihat lebih realistis. Ia juga mengenakan pakaian yang sama dengan yang ia pakai di kapal dan film ini memperoleh banyak ketenaran.

* TENGGELAMNYA ‘TITANIC’ BUKANLAH  BENCANA LAUT YANG TERBURUK*
Ya, pikiran pertama yang melintas dalam pikiran kita adalah, ‘Apa ada yang lebih buruk daripada ini?’, Titanic mungkin memang tragedi besar tapi masih jauh di belakang dari bencana laut yang terburuk dalam sejarah. Sebuah kapal Jerman yang bernama Wilhelm Gustoff pada saat tenggelam merupakan tragedi yang paling buruk. Alasan mengapa tidak banyak yang tahu tentang hal ini yaitu karena tak seorang pun pernah membuat film ini seperti ‘Titanic’. Apakah kalian mengetahui berapa banyak korban dalam kecelakaan ini. Nah, biarkan saya memberitahu kalian. Hal ini jauh melampaui dari angka yang bisa di tebak. Korbannya berkisar 9400 orang, dimana 4000 orang lainnya adalah anak-anak. Jadi sekarang kalian sudah mengetahui bahwa ada yang lebih buruk dari Titanic.

* MAYAT-MAYAT DI LAUT*
Setelah tragedi itu terjadi, 306 jasad telah ditemukan dan 119 jasad rusak parah. Itu bukanlah akhir dari cerita. Beberapa mayat dengan kondisi seperti itu akan sulit untuk membawanya keluar. Oleh karena itu diputuskan untuk menguburkan mereka di laut itu sendiri. Upaya telah dilakukan untuk mengidentifikasi setiap satu dari mereka tapi tidak bisa dan itu tidak mungkin. Mungkin sangat sulit untuk mempercayainya, mereka menyediakan banyak peti mati yang di isi dengan beberapa ton es untuk menenggelamkan mayat-mayat  yang mengapung karena mereka tidak bisa membawanya sampai pantai.

*TITANIC BUKANLAH KEBENARAN YANG BESAR*
Bagi kita, ketika melihat tragedi Titanic ini akan menjadi  fakta yang besar kepada kita. Tapi kita harus cukup jujur, itu bukanlah hal yang besar pada masa itu. Pembuat kapal tidak pernah menyatakan itu ‘tenggalam’. Pada kenyataannya tak seorang pun benar-benar peduli tentang kapal pelayaran perdananya. Fokus utama adalah pada ‘Olimpiade’. Tidak,  kita tidak berbicara tentang Olimpiade olahraga. Olimpiade ini adalah kapal lain yang merupakan saudara Titanic yang melakukan perjalanan dari Southampton menuju New York yang lebih menjadi pusat perhatian. Dan kebenaran keras adalah bahwa ketika Titanic meninggalkan tepi Inggris tidak ada yang spesial dari itu.

* ‘TAGIHAN’ SETELAH KEMATIAN*
Yah, saya tidak tahu bagaimana harus mengatakannya, tetapi dari perspektif saya, itu adalah sesuatu yang benar-benar aneh. Setelah Titanic tenggelam, delapan anggota orkestra yang tenggelam di kapal, yang bisa di temukan hanya tiga orang dan hanya satu yang bisa di kenali yaitu John Hume Law. Setelah sekitar satu minggu ayah Hume menerima tagihan dari perusahaan tenaga kerja di Liverpool, Inggris karena anaknya bekerja di kapal dan isi suratnya mengatakan, “Maaf untuk mendengar kematian tragis anakmu, ini adalah tagihan dari biaya seragamnya yaitu sebesar 5 Shilling dan 4 sen”. Ya, ini adalah tim orkestra yang kalian lihat dalam film, yang terus memainkan lagu ‘Nearer my God to Thee’ sampai akhirnya kapal tenggelam.

* PAHLAWAN NYATA DI KAPAL*
Kalian mungkin telah salah menduga. Itu bukan Leonardo Dicaprio, tetapi orang lain. Pertanyaan besarnya adalah siapa dia dan apa yang telah dia lakukan. Yah dia adalah perwira kedua yang bernama Charles Herbert Lightoller. Ia telah mengambil alih sekoci yang nyaris terbalik dengan 30 orang yang ada di dalamnya. Dalam situasi seperti ini dia tidak panik, tapi dia justru membawa penyelamatan untuk menuju pantai. Kedengarannya cukup heroik, kan? Tidak hanya itu, dia juga seorang Angkatan Laut di Inggris yang telah melakukan Perang Dunia I serta II. Dan selama ia masih tinggal di kapal dia mencoba tingkat terbaik untuk menyelamatkan nyawa sebanyak yang dia bisa.

* ‘MUMI’ DI DALAM KAPAL*
Di antara berbagai alasan di balik penyebab tenggelamnya kapal, di sini ada satu asumsi lain yang diajukan oleh orang Roma. Mereka percaya bahwa adanya mumi imam Amun di dalam kapal yang menyebabkan kapal menjadi sial. Pada saat yang sama juga dikatakan bahwa ada seorang wartawan yang memang membawanya di kapal. Sebelumnya dia disimpan di rumah temannya dan telah mengatakan bahwa mumi tersebut membawa penyakit dan kematian untuk semua orang yang berada di sekitarnya.

* SEBUAH BUKU TENTANG INSIDEN INI TELAH DITULIS 14 TAHUN SEBELUM  BENAR-BENAR TERJADI*
Morgan Robertson adalah penulis buku yang berjudul ‘Futility or the Wreck of the Titan’ pada tahun 1898. Bertepatan dengan 14 tahun sebelum tragedi yang sebenarnya terjadi. Isi yang di temukan dalam buku ini sangat mirip dengan yang terjadi pada tahun 1912. Contohnya seperti, kapal yang tenggelam setelah menabrak sebuah gunung es, kurangnya sekoci dan sejumlah besar orang yang meninggal. Hal ini mencerminkan kekuatan imajinasi manusia dan bagaimana realistis dapat terjadi. Kadang-kadang kita juga mengalami hal-hal kecil yang berada dalam alam sadar kita, akan tetapi terkadang mereka keluar menjadi kebenaran dan ketika itu terjadi dalam kenyataan kamu akan bertanya-tanya, apakah ini adalah sesuatu yang memang kita pikirkan? Benar bukan? Sama juga dengan kasus Titanic.

* LEBIH BISA BERTAHAN*
Kapal Titanic yang besar memiliki kapasitas untuk menanggung 3547 orang tetapi selama pelayaran perdananya mereka hanya menyediakan 2223 sekoci. Pada saat melalui Samudera Atlantik tidak ada peringatan sebelum bencana nyata terjadi. Dari jumlah penumpang yang di selamatkan hanya 31.6 persen yang diselamatkan walaupun masih banyak yang bisa di selamatkan. Sekoci pertama yang pergi untuk menyelamatkan orang-orang memiliki kapasitas 65 tapi hanya membawa 28.

* SALAH SATU KUNCI MUNGKIN AKAN MENYELAMATKAN BANYAK NYAWA*
Ketika daftar kru disiapkan, David Blair, telah merekrut orang untuk di lantik di tempatnya. Blair memang mengetahui tentang kapal tetapi masih kurang berpengalaman tidak seperti Henry Wilde. Sesaat sebelum kapal memulai perjalanannya, Blair diminta untuk memberikan saran penting tentang rincian kapal ke petugas yang baru direkrut. Dia melakukan hal yang sama tapi lupa untuk menyerahkan kunci loker yang berisi teropong. Teropong sudah harus ada bersamanya saat di kapal agar bisa lebih cepat mendeteksi gunung es. Kru hanya memiliki waktu 37 detik yang tersisa untuk bereaksi sebelum mereka menabrak gunung es dan tidak banyak yang bisa dilakukan dalam waktu yang sesingkat itu.

Nah apa anda tertarik dengan fakta tersebut? mungkin masih belum tertarik :v
Oke gaees, jangan lupa like, comment, and sharee gaeeeeeees~!
Share This :